Kamis, 03 Februari 2011

ETIKA KOMUNIKASI

SOPAN SANTUN BERTELEPON 
  • Intonasi dan nada
  • Kecepatan
  • Pengucapan

HAL-HAL PENTING DALAM BERTELEPON
  • Angkat telpon segera, paling lama 3 kali berdering.
  • Sebut nama instansi tempat kerja, diikuti nama, “Selamat siang, PT XYZ, dengan Ira”. 
  • Tanya dan catat nama penelpon agar kita tidak lupa. Minta mengulang dan eja dengan alfabet, untuk nama asing, agar tidak salah. 
  • Selama melakukan pembicaraan, panggil namanya dengan sopan.
  • Jangan lupa catat pesan penting yang harus disampaikan pada atasan. 
  • Tanyakan segala sesuatu kepada penelpon dengan jelas.
  • Jangan pernah menggunakan kata-kata kasar/slang. 
  • Jangan menyela pembicaraan penelpon. 
  • Gunakan kata-kata yang menyentuh perasaan tamu (magic word): “maaf”, “mohon”, “terima kasih”.

LANGKAH-LANGKAH MENERIMA TELEPON
  • Perkenalkan diri dengan mengucapkan salam dan identitas. 
  • Terima dan periksa informasi dengan mengulangi kembali.
  • Tanyakan identitas penelepon (nama, alamat, nomor telepon). 
  • Bila penelpon ingin bicara dengan pimpinan, tanyakan maksudnya lebih dahulu. Sekretaris terkadang harus menyaring telepon masuk, untuk mengurangi kesibukan pimpinan dalam menerima telepon. 
  • Bila pimpinan tidak di tempat, ucapkan kata “maaf” sambil minta identitas & nomor telepon, agar pimpinan bisa menghubungi kembali. 
  • Catat dan ucapkan ulang setiap pesan yang kita terima dengan teliti, untuk menghindari kesalahan. Untuk itu penerima telepon harus mengerti isi pesan. 
  • Bila saluran sedang sibuk atau  berbicara (busy line), beritahukan bahwa saluran sedang sibuk. Jangan biarkan penelepon menunggu lebih dari 30 detik. Tawarkan apakah penelepon akan menunggu atau menelepon kembali. 
  • Tangani telepon bila bisa diselesaikan sendiri. Atau tawarkan orang lain untuk menangani, selain atasan anda. 
  • Ucapkan terima kasih dan selamat tinggal. 

MENTRASFER SAMBUNGAN MASUK
  • Beri tahu penelpon agar menunggu proses penyambungan. 
  • Tanyakan identitas dan keperluan. 
  • Perdengarkan musik lembut dengan menekan tombol hold. 
  • Mintakan ijin pada orang yang dituju apakah telepon dapat diteruskan, sambil memberitahu masalah yang akan dibicarakan, dari mana, dan dengan siapa berbicara. 
  • Bila orang yang dituju bersedia, persilakan penelepon segera bicara. 
  • Bila saluran sedang on line, segera informasikan pada penelpon. Tawarkan bantuan, apakah akan menunggu, menghubungi lagi, atau menitip pesan.

BILA PIMPINAN TIDAK ADA DI TEMPAT
  • Hati-hati dan bijak dalam memberi keterangan. Jangan berikan lokasi, kegiatan, dan keadaan pimpinan saat itu, kecuali mengharuskan. 
  • Berusaha dapatkan keterangan selengkapnya dari penelepon.
  •  Catat segala pesan dari penelepon dengan teliti. 
  • Segera berikan catatan telepon masuk yang sudah diketik rapi, setelah pimpinan kembali.

YANG BENAR VS YANG SALAH 
1. Yang benar : 
  • Jawab telepon dalam hitungan 3 kali deringan.
  • Ucapkan Selamat… Bagian… dengan…, ada yang bisa saya bantu?” (saat mengangkat)
  • Konsentrasi saat mendengarkan. 
  • Ucapkan mohon tunggu sebentar” bila akan menahan sambungan telepon. 
  • Jika penelepon meninggalkan pesan, jangan lupa mengulang agar terhindar dari kekeliruan. 
  • Gunakan kata-kata: “maaf”, “mohon”, “terima kasih. 
2. Yang Salah :
  • Mengucapkan “halo”, “ya”, dan kata-kata yang tidak formal.
  •  Membiarkan penelepon menunggu terlalu lama.
  •  Tidak membawa catatan saat menerima berita    atau pesan. 
  • Memindah-mindahkan nomor telepon saat orang yg dituju tidak ada di tempat. 
  • Mengucapkan kami sedang makan”, “tidak ada satu orang pun di sini”, “tolong telpon kembali”. 
  • Makan atau minum saat menerima telepon.
 
 

 


 

1 komentar: